| Sejarah MTs Negeri Model Sumber Bungur Pamekasan 3 |
|
|
|
| Oleh Administrator |
| Selasa, 17 Februari 2009 07:37 |
|
Madrasah Tsanawiyah Negeri Model Sumber Bungur Pamekasan 3 ini tidak serta merta menjadi sebuah institusi atau lembaga besar yang memiliki kualitas mapan dan meraih prestasi maksimal seperti sekarang ini. Akan tetapi ia adalah sebuah lembaga pendidikan yang memiliki sejarah panjang hingga akhirnya menjadi sebuah lembaga bonafide. MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3, pertama-tama berangkat dari sebuah Pondok Pesantren yang terletak di Kampung Sumber Bungur Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Kabupaten Pamekasan. Kendatipun demikian, Pondok Pesantren Sumber Bungur bukanlah satu-satunya Pondok Pesantren yang berada di wilayah Kecamatan Pakong. Pondok Pesantren Sumber Bungur berdiri pada tahun 1921 yang dirintis oleh K.H. Muhammad Khalil (w. 1950). Beliau masih memiliki hubungan famili dengan Pesantren Sumberanyar dan Banyuanyar. Sepeninggal Kiai Khalil, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh saudaranya yang bernama K.H. Abd Majid yang wafat pada tahun 1957. Kemudian pengasuh pesantren dilanjutkan oleh dua orang putranya, yaitu K.H. Achmad Madani dan K.H. Ali Makki. Keduanya pernah mengenyam pendidikan keagamaan di Pondok Pesantren Banyuanyar dan di Buduran Sidoarjo. Pondok Pesantren Sumber Bungur memiliki kurang lebih 500 santri mukim yang terdiri dari santri putra dan santri putri. Adapun lembaga pendidikan formal yang mula-mula dikelola pada Pondok Pesantren ini adalah Taman Pendidikan Al-Qur’an (1989), Madrasah Ibtidaiyah (1936), Madrasah Tsanawiyah (1960), Madrasah Aliyah (1987). Terkait dengan lembaga formal yang dikelola pada Pondok Pesantren Sumber Bungur ini, awal mula berdirinya Madrasah Tsanawiyah bernama Madrasah Mu’allimin dan pada tahun 1968 berubah menjadi Madrasah Tsanawiyah. Kemudian pada tahun 1972 sampai sekarang, lembaga pendidikan ini berubah status menjadi Madrasah Tsanawiyah Negeri yang secara otomatis pengelolaannya berada di bawah naungan Pemerintah (Departemen Agama). Pada tahun 1990 melalui piagam yang ditanda tangangi oleh Menteri Agama, dan serah terimanya di Yogyakarta lembaga pendidikan ini menjadi Madrasah MODEL. Dalam perkembangannya, MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3 banyak mengalami kemajuan dan peningkatan, baik dari bertambahnya siswa, lengkapnya fasilitas, maupun tambahan staf pengajar yang profesional di bidangnya. Bahkan terdapat beberapa siswa dari luar Pamekasan bahkan dari luar Madura yang memang sengaja datang (ke MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3) untuk menimba ilmu. Di antara siswa-siswa tersebut ada yang berasal dari Bali, Bandung, Sidoarjo, Surabaya, dan beberapa kota lainnya. Walaupun letaknya jauh dari Kota Pamekasan, yaitu sekitar 22 Km, akan tetapi eksistensi MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3 yang memang salah satu lembaga pendidikan terpilih sebagai sekolah percontohan, tetap tidak terpengaruhi oleh letak geografis yang dapat dikatakan jauh dari perkotaan. Sebagai salah satu bukti konkritnya adalah bahwa prestasi yang telah dihasilkan dan kemampuannya berkompetisi dalam keilmuan yang bersifat umum dan agama dengan sekolah-sekolah lain, terutama sekolah favorit di Kota Pamekasan, seperti SMP 1 dan SMP 2 Pamekasan yang dikenal memiliki kualita yang bagus. |