Sekarang Anda di: Home
Potret MTsN Model di Indonesia PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   

Sebagaimana telah dipaparkan di muka, bahwa MTsN Model merupakan proyek Direktorat Pembinaan Agama Islam yang berorientasi melakukan strategi pembinaan yang diarahkan untuk meningkatkan mutu pendidikan, terutama madrasah yang bersangkutan dan madrasah-madrasah lain di sekitarnya. Melalui Madrasah Tsanawiyah Model ini, diharapkan mampu menghasilkan out put yang memiliki:

1. Keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai sekolah yang berciri khas Islam;

2. Nasionalisme dan patriotisme yang tinggi;

3. Motivasi dan komitmen yang tinggi untuk meraih prestasi dan keunggulan;

4. Kepekaan sosial; dan

5. Disiplin yang tinggi ditunjang dengan kondisi fisik yang prima.

Dengan mutu lulusan yang sesuai dengan kompetensi yang ingin dicapai di atas, diharapkan siswa akan lebih mudah melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Di samping itu, sekolah juga membekali lulusan untuk memasuki pasar kerja atau jalur karir yang lain, hal ini apabila yang bersangkutan tidak dapat melanjutkan pendidikannya. Oleh karenanya, terkait dengan masalah ini ada enam fungsi Madrasah Tsanawiyah Model, yaitu:

1. Fungsi model. MTsN Model merupakan susunan standar semua aspek program akademis MTs, kualifikasi Kepala Sekolah, Guru, fasilitas, madrasah, operasional, dan manajemen madrasah.

2. Fungsi pelatihan. Kepala madrasah dan Guru-guru Bina pada MTsN Model harus memberikan pelatihan secara berkala kepada Kepala-kepala dan Guru-guru MTs lain di dalam wilayah binaannya.

3. Fungsi kepemimpinan. MTsN Model menjadi pemimpin dari setiap aktifitas MTs di dalam wilayah binaannya.

4. Fungsi pelayanan sarana pendidikan. Fasilitas yang dimiliki MTsN Model dapat dipergunakan oleh setiap MTs lain yang ada di dalam wilayah binaannya.

5. Fungsi supervisi akademis. Kepala dan Guru Bina MTsN Model harus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pendidikan di wilayahnya.

6. Fungsi pelayanan professional. Melalui MTsN Model para Kepala, Guru dan staf MTs dapat mengembangkan kemampuan dan keahliannya dalam bidang pendidikan secara profesional.

Struktur pengelolaan Madrasah Tsanawiyah model dikembangkan melalui tiga bentuk, yaitu: Pertama, MTsN Model dikembangkan menjadi pusat pembinaan MTs lain baik negeri maupun swasta, sehingga mampu menjadi pusat sumber belajar bagi MTs lain di sekitarnya. Konsekuensi dari peran ini, seluruh fasilitas MTs Model dapat dimanfaatkan oleh MTs lainnya.

Kedua, MTs Model dikembangkan menjadi pusat pembinaan akademis MTs lain di sekitarnya. Melalui peran tersebut, guru-guru MTs Model berfungsi sebagai narasumber bagi guru-guru MTs lain dalam meningkatkan kemampuan profesionalnya.

Ketiga, MTs Model dikembangkan menjadi pusat pemberdayaan dan pencerahan MTs lainnya sehingga secara bertahap dan berkesinambungan MTs lain yang berada di sekitarnya mampu mensejajarkan diri dengan MTs Model, karena mampu memiliki sumber daya, dana, sarana, dan prasarana yang setara dengan MTs Model.

Sekolah Model adalah sekolah yang dikembangkan untuk mencapai keunggulan dalam output pendidikannya. Oleh karenanya, untuk mencapai tujuan tersebut, sekolah model dibekali dengan tenaga kependidikan yang profesional, manajemen, layanan, pendidikan dan sarana yang menunjang suksesnya program yang diarahkan untuk sekolah model.

 





 

Login Form



shoutBox


ShoutMix chat widget