| Kelas Akselerasi |
|
|
|
| Oleh Administrator | ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
|
Kelas Khusus Akselarasi 1. Rasionalisasi Program percepatan belajar di MTsN Model Sumber Bungur Pamekasan 3, merupakan model layanan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, merupakan proses pengembangan dari program unggulan yang telah lama diselenggarakan.
Produktivitas dan prospektivitas dari kelas unggulan ini ternyata membawa pengaruh bagi eksistensi MTsN Model Sumber Bungur Pamakesan 3, sebagai madrasah Model yang mampu memberikan layanan pendidikan bagi anak cerdas dan berbakat.
Walaupun masih merupakan proses pengembangan (proses uji coba/piloting), rintisan awal ini dilakukan dengan pengembangan dan pengelolaan kurikulum berbasis kompetensi, dengan pembelajaran efektif, merupakan salah satu indikator semakin terwujudnya proses Otonomi madrasah (MBS/M), semakin membuka jendela “Mencerdaskan Kehidupan Bangsa”, dan membangun paradigma untuk memajukan Pendidikan Agama Islam serta lembaga madrasah yang mampu bersaing dalam prestasi dan kompetensi baik secara lokal, regional, nasional dan internasional kelak.
2. Penerimaan siswa program kelas akselerasi Siswa yang diterima sebagai peserta percepatan belajar (Program Akselerasi) adalah : a. Siswa lulus SD/MI yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa berdasarkan kriteria persyaratan sebagai berikut: · Nilai ujian nasional dari sekolah/madrasah rata-rata 8,0 ke atas · Nilai test akademik sekurang-kurangnya 8,0 · Nilai rata-rata raport seluruh mata pelajaran tidak kurang dari 8,0 · Memiliki kemampuan intelektual umum dengan IQ 120 s/d 140, dengan pemeriksaan psikotest secara berkala. · Memiliki kemampuan prestasi yang dibuktikan dengan sertifikat · Kesehatan fisik yang ditunjukkan dengan Surat Keterangan Dokter · Pernyataan tertulis dari Madrasah untuk siswa dan orang tua tentang hak dan kewajiban serta hal-hal yang dianggap perlu dipatuhi untuk menjadi siswa program kelas akselerasi. b. Mengikuti pembinaan intensif, orientasi pembelajaran akselerasi oleh guru tamu, dan lembaga bimbingan belajar yang ditunjuk madrasah. 3. Kurikulum a. Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum 2006 (KTSP) yang dimodivikasi dengan penekanan pada materi essensial, dan dikembangkan melalui sistem pembelajaran yang dapat memacu dan mewadahi integrasi antara pengembangan spiritual, logika, etika dan estetika, serta dapat mengembangkan kemampuan berfikir holistik, kreatif, sistematik, linear, dan konvergen untuk memenuhi tuntutan masa kini dan masa mendatang. b. Kurikulum program kelas akselerasi dikembangkan secara diferensiasi mencakup 4 dimensi yang secara sistematik tidak dapat dipisahkan: · Dimensi umum Bagian kurikulum sebagai kurikulum inti/kurikulum dasar yang memberikan keterampilan dasar pengetahuan, pemahaman, nilai dan sikap yang memungkinkan siswa berfungsi sesuai dengan tuntutan masyarakat atau tuntutan jenjang pendidikan yang lebih tinggi. · Dimensi defferensiasi Bagian kurikulum yang berhubungan dengan ciri khas perkembangan siswa yang memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa yang merupakan program khusus dan pilihan terhadap mata pelajaran tertentu. Siswa memilih mata pelajaran yang diminatinya untuk dipelajari dan diketahui secara lebih meluas dan mendalam. · Dimensi non akademik Bagian kurikulum yang memberi kesempatan pada siswa untuk belajar diluar kegiatan madrasah melalui multimedia dan multisumber · Dimensi suasana belajar Suasana belajar yang dibangun atau dibentuk sebagai lingkungan belajar melalui pemberian pengalaman belajar dari lingkungan keluarga dan madrasah, iklim akademik, sistem pemberian reward dan punishment, hubungan antar siswa antara guru dan guru dan orang tua, antara orang tua dan siswa dan sebagainya. c. Kurikulum berdiferensiasi yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan siswa cerdas dan berprstasi dengan cara memberikan pengalaman belajar yang berbeda (kedalaman, keluasan, percepatan kompetensi). Perubahan kurikulum dalam hal ini mencakup perubahan yang bersifat vertikal, horizontal, pengalaman belajar baru, dan pengalaman belajar berdasarkan keterlibatan masyarakat. d. Dalam pelaksanaan program pembelajaran dapat dilakukan secara: · Tatap muka dengan guru pembina · Tatap muka dengan pakar · Tatap muka dengan guru tamu
DATA PENDUKUNG KONDISI BEBAN BELAJAR GURU/MINGGUMTsN MODEL SUMBER BUNGUR PAMEKASAN 3KELAS UNGGULAN
|